Lewati ke konten
Otosolusi — Informasi, Diagnosis, Tools Otomotif
Ban

Tanda Ban Mobil dan Motor Harus Diganti: TWI, Benjol, Retak, Usia

Oleh Redaksi Otosolusi· 04 September 2026
Bagikan:
Otosolusi Ban

Tanda Ban Mobil dan Motor Harus Diganti: TWI, Benjol, Retak, Usia

Kenali tanda ban mobil dan motor yang sudah harus diganti, mulai dari TWI, benjolan, retak, tambalan, hingga patokan usia menurut Auto2000, Astra Honda, Dunlop, dan Michelin.

Ban jarang rusak tanpa memberi tanda. Alur yang makin dangkal, retakan di dinding, benjolan, sampai riwayat tambalan yang menumpuk adalah sinyal yang bisa Anda lihat sendiri sebelum ban benar-benar berbahaya. Panduan ini merangkum tanda-tanda yang dijelaskan bengkel resmi dan produsen ban, yaitu Auto2000, Astra Honda Motor, Wahana Honda, Dunlop (PT Sumi Rubber Indonesia), dan Michelin Indonesia. Tandanya dikelompokkan menurut apa yang Anda temukan, dan panduan ini berlaku untuk mobil maupun motor.

Ringkasan: Tanda Ban Harus Diganti

Yang Anda temukanArtinyaBerlaku untuk
Permukaan tapak sudah rata dengan tonjolan TWIAlur sudah di batas minimum, jadi ban harus digantiMobil & motor
Benjolan di dinding atau permukaan banAnyaman benang/kawat penguat di dalam ban putus dan berisiko pecahMobil & motor
Retak-retak di dinding atau tapakKaret kehilangan elastisitasMobil & motor
Sudah banyak tambalan atau sering bocorKekuatan dan konstruksi ban menurunMobil & motor
Gundul di tengah, di tepi, atau di satu sisi sajaKeausan tidak merataMobil
Kembang ban terangkat (heel toe wear)Pola keausan tidak normalMobil
Usia atau jarak tempuh sudah tinggiPatokannya berbeda-beda per sumber (lihat tabel usia di bawah)Mobil & motor

1. Alur Ban Sudah Menyentuh TWI

Setiap ban punya TWI (Tread Wear Indicator), yaitu tonjolan karet kecil di dalam alur yang menjadi batas keausan. Menurut Auto2000, posisinya ditunjukkan oleh tanda segitiga kecil di dinding ban. Temukan segitiga itu, lalu lihat telapak ban di posisi yang sama. Menurut Auto2000, TWI tingginya 1,6 mm, sehingga ketika tapak sudah sejajar dengan TWI, sisa ketebalan alurnya tinggal 1,6 mm. Michelin Indonesia (via Medcom) juga menyebut 1,6 mm sebagai batas kedalaman tapak yang aman.

Kenapa penting? Auto2000 menjelaskan bahwa alur ban berfungsi sebagai jalan keluar air di jalan basah. Makin dangkal alurnya, makin berkurang kemampuan itu, sehingga ban mudah selip. Astra Honda Motor memberi patokan yang sama untuk motor: bila tapakan sudah sangat dekat atau sejajar dengan benjolan TWI, ban harus segera diganti.

Auto2000 menyarankan mengecek TWI setiap dua minggu, sekalian saat memeriksa tekanan angin.

2. Benjolan pada Ban

Benjolan adalah tanda yang paling tidak boleh ditunda. Auto2000 menyebutnya pertanda anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban sudah putus, sehingga ketahanan ban menurun. Auto2000 juga mengingatkan ban benjol berisiko pecah. Untuk motor, Astra Honda Motor menjelaskan bahwa ban benjol umumnya diakibatkan tekanan angin yang kurang. Tekanan udara jadi terfokus di satu titik dan suhu di dalam ban cepat naik saat berkendara. Akibatnya kestabilan berkendara menurun.

3. Retak di Dinding atau Tapak

Menurut Astra Honda Motor, retakan muncul karena karet ban kehilangan elastisitasnya. Penyebabnya bisa usia ban yang sudah tua, terlalu sering diparkir di bawah sinar matahari langsung, atau tekanan angin yang kurang. Auto2000 menambahkan paparan panas dalam waktu lama dan zat kimia sebagai pemicu retak halus di dinding ban. Dunlop (via detikOto) memasukkan permukaan yang retak, bergelombang, atau benjol ke dalam kriteria ban yang harus diganti.

4. Terlalu Sering Ditambal atau Bocor

Tambalan adalah solusi sementara. Menurut Auto2000, banyak tambalan mengurangi kekuatan ban, dan tambalan bisa terlepas saat dipakai di kecepatan tinggi. Astra Honda Motor menjelaskan bahwa ban yang sudah banyak tambalan harus diganti karena konstruksi di dalamnya, yang tersusun dari rangkaian benang nilon, ikut rusak. Untuk motor, Wahana Honda (via detikOto) memberi patokan yang lebih konkret: ban yang sudah bocor lebih dari 3 kali sebaiknya segera diganti.

5. Pola Keausan Tidak Normal (Mobil)

Auto2000 mencatat tiga pola keausan yang menandakan ban perlu diganti:

  • Gundul di bagian tengah, artinya ketebalan tapak tidak seragam.
  • Gundul di tepi atau di sisi tertentu, artinya keausan tidak merata sehingga cengkeraman dan keselamatan berkurang.
  • Kembang ban terangkat (heel toe wear), yaitu ujung-ujung kembang aus seperti bergerigi. Auto2000 mengaitkannya dengan jalan rusak, pengereman keras, atau komponen suspensi/bearing yang aus.

Bila polanya tidak normal, jangan cuma mengganti ban. Minta bengkel memeriksa penyebabnya juga, supaya ban baru tidak ikut rusak dengan pola yang sama.

Usia dan Jarak Tempuh: Patokan Tiap Sumber Berbeda

Soal kapan ban dianggap “tua”, sumber resmi tidak memberi satu angka yang sama. Anggap angka-angka di bawah sebagai batas waspada, bukan jadwal wajib. Kondisi fisik ban (TWI, benjol, retak) tetap jadi penentu utama, dan rekomendasi merek ban Anda sendiri yang paling berlaku.

SumberKendaraanPatokan
Auto2000MobilUsia ideal sekitar 3 tahun; jarak tempuh sekitar 40.000 km
Dunlop / PT Sumi Rubber Indonesia (via detikOto)MobilIdealnya diganti setiap 3 tahun atau 40 ribu km, mana yang lebih dulu tercapai
Michelin Indonesia (via Medcom)Ban merek MichelinSetelah 5 tahun pemakaian, diperiksa teknisi minimal setahun sekali; diganti setelah 10 tahun sejak tanggal produksi walau luarnya tampak baik
Wahana Honda (via detikOto)MotorUsia ideal 1,5–2 tahun; ban depan sekitar 12.000 km, belakang sekitar 10.000 km (fleksibel sesuai kondisi)

Cara tahu usia ban: lihat empat angka kode produksi di dinding ban. Menurut Auto2000, dua angka pertama adalah minggu, dua angka terakhir adalah tahun. Contohnya, 1216 berarti minggu ke-12 tahun 2016. Auto2000 juga menyarankan membeli ban yang kode produksinya paling lama sekitar 2 tahun dari waktu pembelian. Untuk membaca kode lain di dinding ban, gunakan Cek Kode Ban.

Yang Aman Dicek Sendiri vs Harus ke Bengkel

Bisa dicek sendiri (misalnya tiap dua minggu):

  • Posisi alur terhadap TWI: cari segitiga di dinding ban, lalu lihat tonjolan di alur.
  • Benjolan, retak, atau sobekan di dinding dan tapak.
  • Jumlah tambalan dan seberapa sering ban bocor.
  • Kode produksi (usia ban).
  • Tekanan angin, karena Astra Honda Motor menyebut angin kurang sebagai pemicu benjol dan retak.

Serahkan ke bengkel atau toko ban: bila menemukan benjolan (ganti, jangan dipakai jauh), keausan tidak merata atau kembang terangkat (perlu cek suspensi, bearing, dan spooring/balancing), atau ban yang tetap tidak seimbang walau spooring sudah benar (Auto2000 memasukkannya sebagai ciri ban perlu diganti). Perkiraan biaya bisa dilihat di Estimasi Biaya Servis, dan gejala lain seperti setir bergetar bisa ditelusuri lewat Cari Masalah Kendaraan.

Sumber

Sumber: Auto2000, Astra Honda Motor (via RRI), Wahana Honda (via detikOto), Michelin Indonesia (via Medcom)

Bagikan artikel ini:

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa batas minimum kedalaman alur ban?
Menurut Auto2000, tonjolan TWI tingginya 1,6 mm, jadi bila tapak sudah sejajar dengan TWI, sisa alurnya tinggal 1,6 mm dan ban harus diganti. Michelin Indonesia juga menyebut 1,6 mm sebagai batas kedalaman tapak yang aman. Posisi TWI ditunjukkan tanda segitiga kecil di dinding ban.
Apakah ban yang benjol masih boleh dipakai?
Sebaiknya tidak. Auto2000 menyebut benjolan menandakan anyaman benang atau kawat penguat ban sudah putus, sehingga ban berisiko pecah. Bila menemukan benjolan, serahkan ke bengkel atau toko ban untuk diganti dan jangan dipakai jauh.
Berapa tahun ban mobil harus diganti?
Patokannya berbeda per sumber. Auto2000 dan Dunlop menyebut sekitar 3 tahun atau 40.000 km; Michelin menyarankan ban Michelin diperiksa teknisi minimal setahun sekali setelah 5 tahun dan diganti setelah 10 tahun sejak produksi. Kondisi fisik ban tetap penentu utama.
Ban motor yang sudah berkali-kali bocor perlu diganti?
Menurut Wahana Honda, ban motor yang sudah bocor lebih dari 3 kali sebaiknya segera diganti. Astra Honda Motor menjelaskan ban dengan banyak tambalan harus diganti karena konstruksi benang nilon di dalamnya ikut rusak.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman!

Tinggalkan Komentar

Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Artikel Terkait